Refleksi 1 Filsafat Ilmu
DIMENSI
BERFILSAFAT
Hakikat dari suatu ilmu dapat dicari dengan adanya
pemikiran yang mendalam terhadap apa yang akan diketahui. Berpikir mendalam atau
berpikir intensif tersebut meliputi berpikir terhadap semua aspek dalam
filsafat. Jika mengintensifkan pengertian atau makna dengan membuat pembagian
secara umum tentang kehidupan di muka bumi, maka dapat di bagi menjadi empat
bagian yaitu material, formal, normatif, dan spiritual. Namun, dengan berpikir
yang lebih mendalam maka dapat diketahui bahwa dari keempat bagian tersebut
memiliki dimensinya masing-masing yang
saling berhubungan dan meliputi satu sama lain.
- Dimensi material merupakan bagaimana cara seseorang memaknai benda disekitar, baik itu memberikan makna yang positif maupun negatif tergantung pada cara berpikirnya. Karena itu pemaknaan dimensi tersebut tergantung pada subjek dan objek yang diamati.
- Dimensi formal meliputi formal dalam diri sendri, dalam keluarga, dalam berhubungan dengan lingkungan sekitar, maupun formal yang mencakup universal. Dalam dimensi formal seseorang memiliki jangkauan untuk bersifat formal. Maka tingkat formalitas seseorang berasal dari sikap terhadap diri sendiri dan kebiasaan. Oleh karena itu setiap dimensi formal juga menyangkut hal yang informal. Misalnya elegi yang merupakan bacaan formal, maka informal dari hal itu adalah tingkah laku dan kemampuan dalam merefleksikannya.
- Dimensi normatif merupakan suatu bentuk yang mengisi dimensi formal. Dimensi formal merupakan wadah seseorang untuk berpikir maupun bertindak sehingga dapat menjamin isinya yang merupakan dimensi normatif. Maka antara dimensi formal dan normatif tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena dimensi normatif tanpa adanya dimensi formal menjadi tidak bermakna begitu juga sebaliknya. Misalnya, bentuk formal dari cinta adalah menikah karena dengan adanya pernikahan dapat menjamin suatu hubungan.
- Dimensi spiritual meliputi semua dimensi yang ada baik material, formal maupun normatif. Karena setiap tindakan seseorang akan selalu berdasar pada dimensi spiritual.
Suatu hal dapat dicapai dengan berpikir dan terus
membaca untuk memperoleh pengalaman tentang berfilsafat. Karena ketika membaca
dan berpikir itulah seseorang tersebut dikatakan sedang berfilsafat.