Kamis, 17 Oktober 2013

#REF2: BAHASA ANALOG: Ratu Ilmu Pengetahuan



Refleksi 2 Filsafat Ilmu
BAHASA ANALOG: Ratu Ilmu Pengetahuan
Sebagai gambaran dalam mempelajari maksud dari bahasa analog yaitu dalam kisah Jaka Tingkir. Dalam ceritanya Jaka Tingkir merupakan seorang pemuda yang dengan gagahnya mampu mengalahkan banyak buaya. Ketika seseorang yang awam atau belum tahu apa itu Jaka Tingkir tidak akan mengetahui maknanya, amun ketika telah mempelajari dan mendapatkan penjelasan, barulah diketahui maknanya bahwa Jaka Tingkir merupakan permisalan dari seorang laki-laki yang berbuat tidak pantas terhadap wanita, bahkan dengan banyak wanita. Dalam hal ini  Jaka Tingkir merupakan sebuah bahasa analog dari gambaran di atas.
Menurut Carl Friedrich Gauss bahwa matematika merupakan “Ratunya Ilmu Pengetahuan”. Ratu Ilmu Pengetahuan merupakan bahasa analog, jika pada dimensi seorang anak, mereka akan memiliki gambaran tersendiri tentang ratu yang biasanya merupakan seseorang dengan wujud yang sempurna. Namun untuk makna yang sebenarnya, dapat diketahui maknanya berawal dengan mengetahui pengertian matematika dari pendapat beberapa ahli, seperti:

  1. Ames (1976): matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya.
  2. Kline (1973): matematika bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika dapat membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi dan alam
  3. Ruseffendi (1980): matematika terbentuk sebagai pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran.

Matematika sebagai ratu atau ibunya ilmu dimaksudkan bahwa matematika adalah sebagai sumber dari ilmu yang lain dan pada perkembangannya tidak tergantung pada ilmu lain. Dengan kata lain, banyak ilmu-ilmu yang penemuan dan pengembangannya bergantung dari matematika. Sebagai contoh: banyak teori-teori dan cabang-cabang dari fisika dan kimia yang ditemukan dan dikembangkan melalui konsep kalkulus. Dari kedudukan matematika sebagai ratu ilmu pengetahuan, matemaika selain tumbuh dan berkembang untuk dirinya sendiri juga untuk melayani kebutuhan ilmu pengetahuan lainnya dalam pengembangan dan operasinya.
Jadi, bahasa analog tersebut tidak hanya sekedar pengandaian. Dan untuk memahami bahasa analog tersebut juga memerlukan waktu, pengalaman, pengetahuan, dan ujian. Bahasa analog digunakan dalam kondisi dan tingkatan tertentu hingga kemungkinan orang lain tidak paham dengan apa yang dimaksudkan. Kita mempunyai dan sering menjumpai banyak bahasa dalam kehidupan senari-hari, hal ini bertujuan agar mampu mengkomunikasikan banyak hal dalam dimensi yang berbeda. Perbedaan cara berkomunikasi misalnya dalam dimensi orang tua dan anak-anak, kakek-kakek dan anak muda. Misalnya dalam pembelajaran matematika, matematika bagi anak kecil merupakan kegiatan, sedangkan matematika untuk orang dewasa bermakna sebagai ilmu. Permisalan lainnya, makanan untuk orang dewasa tidak bisa juga disamakan dengan makanan bayi. Jadi, dalam mengkomunikasikannya tidak bisa disamakan pada tiap dimensi. 
Mempelajari filsafat bertujuan agar mampu (1) Mengembangkan pengetahuan untuk mengkomunikasikan hal-hal  yang ada pada dimensi filsafat, (2) Menyadari, mengenali, mendiskripsikan, dan menggunakan lebih banyak struktur dimensi. Struktur dimensi dalam filsafat tidak hanya material, formal, normatif, dan spiritual, namun masih banyak struktur lain yang bahkan dapat dimulai dari diri sendiri. (3) Mempelajari kemampuan/keterampilan berkomunikasi serta membangun hidup meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Hal ini dapat dijadikan sebagai modal awal untuk lebih memahami makna hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar