Refleksi 2 Filsafat Ilmu
BAHASA
ANALOG: Ratu Ilmu Pengetahuan
Sebagai gambaran
dalam mempelajari maksud dari bahasa analog yaitu dalam kisah Jaka Tingkir.
Dalam ceritanya Jaka Tingkir merupakan seorang pemuda yang dengan gagahnya
mampu mengalahkan banyak buaya. Ketika seseorang yang awam atau belum tahu apa
itu Jaka Tingkir tidak akan mengetahui maknanya, amun ketika telah mempelajari
dan mendapatkan penjelasan, barulah diketahui maknanya bahwa Jaka Tingkir
merupakan permisalan dari seorang laki-laki yang berbuat tidak pantas terhadap
wanita, bahkan dengan banyak wanita. Dalam hal ini Jaka Tingkir merupakan sebuah bahasa analog
dari gambaran di atas.
Menurut Carl Friedrich Gauss bahwa
matematika merupakan “Ratunya Ilmu Pengetahuan”. Ratu Ilmu Pengetahuan
merupakan bahasa analog, jika pada dimensi seorang anak, mereka akan memiliki
gambaran tersendiri tentang ratu yang biasanya merupakan seseorang dengan wujud
yang sempurna. Namun untuk makna yang sebenarnya, dapat diketahui maknanya berawal
dengan mengetahui pengertian matematika dari pendapat beberapa ahli, seperti:
- Ames (1976): matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya.
- Kline (1973): matematika bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika dapat membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi dan alam
- Ruseffendi (1980): matematika terbentuk sebagai pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran.
Matematika sebagai ratu atau ibunya
ilmu dimaksudkan bahwa matematika adalah sebagai sumber dari ilmu yang lain dan
pada perkembangannya tidak tergantung pada ilmu lain. Dengan kata lain, banyak
ilmu-ilmu yang penemuan dan pengembangannya bergantung dari matematika. Sebagai
contoh: banyak teori-teori dan cabang-cabang dari fisika dan kimia yang
ditemukan dan dikembangkan melalui konsep kalkulus. Dari kedudukan matematika
sebagai ratu ilmu pengetahuan, matemaika selain tumbuh dan berkembang untuk
dirinya sendiri juga untuk melayani kebutuhan ilmu pengetahuan lainnya dalam
pengembangan dan operasinya.
Jadi,
bahasa analog tersebut tidak hanya sekedar pengandaian. Dan untuk memahami
bahasa analog tersebut juga memerlukan waktu, pengalaman, pengetahuan, dan
ujian. Bahasa analog digunakan dalam kondisi dan tingkatan tertentu hingga
kemungkinan orang lain tidak paham dengan apa yang dimaksudkan. Kita mempunyai
dan sering menjumpai banyak bahasa dalam kehidupan senari-hari, hal ini
bertujuan agar mampu mengkomunikasikan banyak hal dalam dimensi yang berbeda. Perbedaan
cara berkomunikasi misalnya dalam dimensi orang tua dan anak-anak, kakek-kakek
dan anak muda. Misalnya dalam pembelajaran matematika, matematika bagi anak
kecil merupakan kegiatan, sedangkan matematika untuk orang dewasa bermakna
sebagai ilmu. Permisalan lainnya, makanan untuk orang dewasa tidak bisa juga
disamakan dengan makanan bayi. Jadi, dalam mengkomunikasikannya tidak bisa
disamakan pada tiap dimensi.
Mempelajari filsafat
bertujuan agar mampu (1) Mengembangkan pengetahuan untuk mengkomunikasikan hal-hal yang ada pada dimensi filsafat, (2)
Menyadari, mengenali, mendiskripsikan, dan menggunakan lebih banyak struktur dimensi.
Struktur dimensi dalam filsafat tidak hanya material, formal, normatif, dan
spiritual, namun masih banyak struktur lain yang bahkan dapat dimulai dari diri
sendiri. (3) Mempelajari kemampuan/keterampilan berkomunikasi serta membangun
hidup meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Hal ini dapat dijadikan sebagai
modal awal untuk lebih memahami makna hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar