Kamis, 09 Januari 2014

MEMBANGUN KEHIDUPAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DUNIA DENGAN KARAKTER



A. PENDAHULUAN
 Pada masa dulu, pendidikan bukanlah hal yang sangat penting, tapi sekarang manusia telah menyadari bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting begitu juga dengan filsafat pendidikan matematika. Filsafat merupakan suatu disiplin ilmu terhadap objek yang ada dan yang mungkin ada. Pendidikan dan filsafat tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Filsafat bagi pendididkan berperan sebagai pedoman yang memberikan arahan dan tujuan pendidikan. Sedangkan pendidikan bagi filsafat merupakan suatu ruang yang selalu memberinya tempat untuk hidup dan terus berkembang melalui kegiatan-kegiatan teroritis maupun praktis dalam pendidikan.
Dalam filsafat pendidikan matematika yang perlu dilakukan yaitu dengan memahami ideologi dari pendidikan. Selanjutnya memahami hakikat dari matematika itu sendiri dan juga pendidikan matematika. Dalam kebutuhan kehidupan manusia pemahaman pendidikan matematika bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pola pikir manusia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan. Pada dasarnya hakikat dari pola pikir matematis akan menghasilkan pola pikir yang dapat berkembang menuju ke arah yang lebih baik dan juga diperhatikan dalam keadaan sosial agar terdapat kesesuaian tentang pola pikir yang diperlakukan.
Kehidupan dunia tidak hanya dalam bidang pendidikan, namun terdapat dimensi struktur dunia. Dalam Marsigit (2013:3) dijelaskan bahwa dimensi struktur dunia dapat menentukan karakter setiap penghuninya dengan takdir dan ikhtiar. Hal tersebut dapat memberikan karakter setiap manusia baik tertutup maupun terbuka. Interaksi keadaan karakter manusia yang tertutup dan terbuka itulah yang memungkinkan manusia untuk menggapai dimensi yang lebih tinggi, atau malah terperosok ke sebaliknya ke dimensi yang lebih rendah. Dimensi struktur dunia tersebut diantaranya agama, filsafat, ilmu, fisik hidup dan fisik non hidup.

B. PEMBAHASAN 
     Kehidupan Pendidikan Matematika Dunia 
Pendidikan matematika di Indonesia berkembang sejalan dengan perkembangan pendidikan matematika dunia. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas, selain dipengaruhi karena adanya tuntutan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga dapat dipengaruhi oleh perubahan hakekat matematika dan pembelajarannya.
Tidak hanya matematika, apapun yang ada di dunia jika kita memikirkannya pasti akan dapat mengubah manusia, apalagi jika hal tersebut merupakan suatu ilmu. Matematika dapat mengubah pemikiran seseorang, dari kurang logis atau kurang sistematis menjadi logis atau lebih sistematis dalam menarik suatu kesimpulan. Matematika juga dapat merubah kehidupan saya dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Selain itu matematika juga dapat mengubah spiritual, bahwa ibadah adalah sesuatu perbuatan yang harus kita jalankan sampai tak terhingga. Tak terhingga berkaitan dengan matematika yang dalam artian sampai akhir kehidupan seseorang.
Pada pengajaran matematika tradisional di Indonesia, terdapat berbagai kelemahan dalam materi yang disampaikan dan dalam proses kegiatan belajar mengajarnya. Perubahan perkembangan pengajaran matematika terjadi dalam pengajaran matematika di luar negeri. Hal ini terjadi karena dalam pengajaran sebelumnya banyak siswa yang tidak mampu mempertahankan kemampuannya dalam belajar matematika sehingga dilakukan suatu proyek perbaikan pendidikan terutama dalam pengajaran matematika dengan dibentuknya sebuah gerakan matematika modern. Perbaikan pendidikan ini memberikan pengaruh besar bagi pengajaran matematika di seluruh dunia.
      Karakter
Istilah karakter sering dihubungkan dengan istilah etika, akhlak, atau nilai yang berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi positif. Karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain.
Menurut Tadkiroatun Musfiroh dalam Didik (2010:12), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Selain itu karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Karakter adalah nilai-nilai yang khas-baik  yang telah dibawa sejak lahir oleh manusia dan ditunjukan melalui serangkaian sikap dan tingkah laku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah raga, serta olah rasa dan karsa seseorang atau sekelompok orang. Karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan.
Menurut T. Ramli dalam Didik (2010:13), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik.
Karakter merupakan suatu faktor dalam diri manusia yang dapat mempengaruhi perilaku manusia dalam bertindak serta mempengaruhi pemikiran manusia juga.  Seseorang ada yang dikatakan mempunyai karakter yang baik atau buruk dan menurut saya karakter manusia itu pasti bisa berubah. Seseorang yang menurut pandangan orang lain bahwa dimasa kecilnya mempunyai karakter yang buruk, ketika dewasa kemungkinan akan berubah menjadi baik atau mungkin lebih buruk, begitu juga sebaliknya. Dan hal itu bisa saja dipengaruhi oleh banyak hal, dan yang mungkin paling mendasari perubahan tersebut adalah proses pembelajaran yang didalamnya ada sejumlah pengalaman, hukuman yang pernah diterima, pujian, pendidikan dan lain-lain. Manusia akan selalu dan selalu berpikir dalam hidupnya, tidak ada satu manusia pun yang tidak berpikir, hanya mnusia yang koma atau mati yang berhenti berpikir. Proses berpikir inilah yang sesungguhnya merupakan proses dari belajar manusia.
      Membangun Kehidupan Pendidikan Matematika Dunia dengan Karakter
Fungsi agama kemudian adalah memedomani agar umatnya mampu beribadat sebaik-baiknya sekaligus sebagai sumber moral (karakter), petunjuk kebenaran, bimbingan rokhani dan telaah metafisika religi. Filsafat pendidikan matematika mempunyai peranan penting dalam pembelajaran matematika di sekolah. Melalui filsafat guru dituntut untuk menjadi seorang guru yang professional yang mempunyai tugas untuk mendidik, tidak hanya mengajar namun membentuk karakter siswa untuk menjadi siswa yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Melalui filsafat, guru dapat mempelajari pola tingkah laku siswa dan memahami dampaknya terhadap pola pikir siswa. Dalam pendidikan guru hanya bertindak sebagai fasilitator, karena sesuai dengan kurikulum bahwa mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa namun membimbing siswa dengan memberikan suatu kegiatan yang dapat membangun pengetahuannya sendiri.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dalam suatu proses pembelajaran akan terbentuk karakter siswa dengan adanya bimbingan dari guru memlaui kegiatan pembentukan pengetahuan sendiri atau secara konstruktivisme oleh siswa. Pembentukan karakter tersebut akan mempengaruhi pola piker siswa dalam belajar dan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga akan mempengaruhi bagaimana kelangsungan atau kehidupan pendidikan matematika di dunia melalui karakter yang terbentuk tersebut.

C. KESIMPULAN
 Kehidupan dunia tidak hanya dalam bidang pendidikan, namun terdapat dimensi struktur dunia. Dimensi struktur dunia dapat menentukan karakter setiap penghuninya dengan takdir dan ikhtiar. Dalam perkembangan dunia pendidikan diketahui bahwa belajar terjadi melalui proses bertingkah laku dan berpikir. Hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi memiliki fungsi. Perubahan dan perkembangan pendidikan di negara maju banyak diikuti oleh negara lain, tidak hanya dalam segi kurikulum yang digunakan namun juga pada materi yang disampaikan dan metode yang digunakan dalam mengajar.
Bentuk pelaksanaan dalam pengajaran matematika modern berbeda di setiap negara, karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Tetapi secara umum pengajaran matematika memiliki tujuan yang sama. Tidak hanya dalam pendidikan matematika namun dalam setiap pendidikan proses pembelajaran akan membantu dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan konstruktivisme yang dilakukan. Hal ini berguna untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

REFERENSI
 Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.2010. Kerangka Acuan Pendidikan Karakter Tahun Anggaran 2010. Jakarta. Kemendiknas
Marsigit. 2013. Urgensi Filsafat dalam Pendidikan Islam untuk Membentuk Karakter. Medan: Seminar Lokakarya Kurikulum Fakultas Agama Islam dan Filsafat UNPAB.
http://astitirahayui.wordpress.com/2012/01/11/perkembangan-pengajaran-matematika/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar